Pergumulan dan Ketakutan Terbesar Manusia

Banyak orang mengaku percaya pada Tuhan, tapi tidak banyak orang yang mau mempercayakan dirinya pada Tuhan.

Pergumulan terbesar manusia adalah bagaimana menaklukkan dirinya sendiri. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri: ego, kepentingan, dan kebanggaan pribadi. Konon, kesombongan adalah dosa yang menyebabkan iblis (malaikat yang jatuh, the fallen angels) diusir dari hadirat Tuhan karena ia ingin menyamai Pencipta-nya. Iblis tidak tinggal diam, ia ingin menanamkan benih kesombongan itu dalam diri manusia, sehingga di dalam diri manusia ada keinginan untuk memberontak, melawan, dan menjadi musuh Tuhan. Ibarat manusia adalah komputer, maka kesombongan adalah default software yang telah ter-install sejak awal keberadaannya. Manusia ingin bebas, tidak terkekang, sehingga bisa menyamai Sang Pencipta. Namun, usaha tersebut sia-sia, manusia terbatas dan telah terkurung di dalam dosa. Akhirnya, manusia menjadikan dirinya sendiri ‘Tuhan’.

Ada dua ketakutan terbesar manusia, yaitu penderitaan dan kematian. Tidak ada seorangpun yang senang mendengar dua hal tersebut karena keduanya-lah yang mengancam eksistensi manusia. Bayang-bayang penderitaan dan kematian menghantui kehidupan manusia yang berujung pada ‘kepunahan’ atau kebinasaan. So, dua hal inilah yang pada akhirnya ‘terpaksa’ membuat manusia ‘kalah’ dari Tuhan. Sekuat, sekaya, atau sepintar apapun manusia, jika maut sudah waktunya datang menjemput, tak ada yang bisa menolaknya.

Yesus Kristus adalah satu-satunya Manusia yang pernah hidup di dunia ini yang telah mengalami penderitaan dan kematian, dengan cara menaklukkan diri-Nya sendiri, karena cinta-Nya kepada manusia agar mereka tidak perlu mengalami kebinasaan maut. Yesus Kristus adalah inkarnasi atau penjelmaan dari Allah sendiri yang telah merendahkan diri-Nya, meninggalkan tahta-Nya yang mulia di surga dan turun ke dunia yang penuh dosa. Ia bukanlah Allah yang tinggal diam (cuek) atas segala penderitaan dan pergumulan yang dialami manusia. Ia tidak ‘jual mahal’ atau ‘jaga image‘ untuk menyerahkan diri-Nya bagi korban penebus dosa manusia. Mengapa? Karena Ia tahu bahwa Ia adalah Allah Yang Maha Kuasa: Ia sanggup bangkit dari kematian.

“Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (perkataan Yesus dikutip dari Matius 10:39)

“Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.” (perkataan Yesus dikutip dari Yohanes 10:17)

Tentang kematian dan kebangkitan-Nya, banyak yang masih meragukannya. Masih banyak yang tidak percaya dan menolak rencana mulia Allah, yang sesungguhnya telah menyediakan jawaban bagi pergumulan dan ketakutan terbesar manusia. Semua argumen dan bukti sejarah boleh diperdebatkan, namun satu hal yang pasti: dunia telah mengakui  kematian dan kebangkitan Yesus. Buktinya? Lihat saja di kalender internasional. Setiap tahun kita memperingati Good Friday (Jumat Agung) yang merupakan hari kematian Yesus dan Passover (Paskah) yang adalah hari kebangkitan-Nya. Jika ada orang yang menganggap bahwa kematian dan kebangkitan Yesus adalah sesuatu yang salah, maka secara tidak langsung mereka juga sedang menyalahkan kalender yang mereka gunakan, artinya mereka juga sedang hidup di waktu dan penanggalan yang salah, atau dengan kata lain: dunia yang salah.

Jadi, adakah dunia yang salah? atau kesaksian murid-murid Yesus yang salah? ataukah… hati kita yang salah?

Hanya diri kita sendiri yang tahu jawabannya. Mari cek: jika kita masih bergumul untuk menaklukkan diri sendiri dan masih takut akan penderitaan dan kematian, maka kita memerlukan Yesus! Dia, yang telah menang, akan membuat kita pun menang atas semuanya itu.

“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1 Yohanes 3:16)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

About Philip Wijaya

A lifelong-learner and a story-writer who dreams to be a history-maker.