February: Month of Surprises

Bulan Februari ini benar-benar penuh kejutan. Banyak hal yang saya alami terjadi dari apa yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Menyenangkan sekali rasanya. Semakin kagum dengan kebaikan Tuhan. Thank you Jesus for your love!

Pada Februari ini tepat enam bulan saya berada di Korea Selatan. Rasanya waktu cepat berlalu. Semester pertama perkuliahan telah lewat, dan bersyukur sekali bisa mendapatkan grade yang cukup memuaskan: sembilan puluh satu koma tiga (dari skala nol sampai seratus). Meskipun di awal-awal perkuliahan sempat galau karena ketidakpastian siapa yang bakal menjadi advisor (pembimbing) tetap, namun akhirnya berkat dukungan moral dan fisik dari teman-teman, saya bisa menyelesaikan studi (class work) dan penelitian (research work) dengan cukup baik. Thank you friends! You are the best!

Sejak Januari hingga Februari ini perkuliahan libur, hanya saja tetap harus masuk kerja di lab setiap hari Senin hingga Jumat. Meski demikian, karena perkuliahan maupun kelas Bahasa Korea sedang libur, praktis kegiatan selama dua bulan ini tidak sepadat empat bulan kemarin. Saya lantas berpikir untuk mencari kegiatan lain untuk mengisi waktu luang yang ada.

Gayung bersambut. Bersyukur sekali saya dipertemukan dengan seorang vocal trainer asli orang Korea, yang merupakan teman main bola dari labmates saya. Pertemuan kami terjadi di lapangan sepak bola depan kantor tempat kerja saya pada suatu Jumat malam. Saya tertarik sekali dengan kemampuan olah vokal-nya yang istimewa. Singkat cerita, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi muridnya dengan mengikuti vocal training alias les vokal satu kali seminggu. Senang sekali rasanya dari pertemuan empat kali selama bulan Februari ini, saya berkesempatan untuk merekam suara dan gambar yang hasilnya dapat dilihat di sini.

Selain kesibukan les vokal, di bulan Februari ini saya juga bersyukur sekali mendapat kesempatan untuk bekerja sebagai tutor di Universitas Terbuka Korea. Tidak pernah terpikirkan di benak saya sebelumnya bisa mengerjakan salah satu pekerjaan kesukaan saya di negeri orang, ditambah lagi mengajarkan mata pelajaran favorit saya waktu zaman sekolah dulu: Bahasa Inggris. Semoga saya bisa menunaikan tugas dengan baik selama tiga bulan ke depan.

Satu surprise lagi di bulan penuh cinta ini adalah kesempatan untuk menjadi Indonesian Student Representative di KIST. Tidak pernah ada dalam harapan atau keinginan saya untuk menjadi perwakilan mahasiswa Indonesia di negeri orang. Saya juga tidak tahu bakal seberat apa tugas yang harus saya emban ke depan serta berapa banyak waktu, tenaga, pikiran, atau biaya yang harus saya curahkan. Namun, mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela saya harus siap dan maju. Sebuah kehormatan dan pembelajaran yang berharga bisa mewakili Indonesia di antara mahasiswa dari negara-negara lain. Semoga kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan oleh teman-teman tidak sia-sia.

Intinya, semua kesempatan dan kepercayaan ini datang bukan karena saya hebat atau layak. Bukan karena saya mau dan mampu. Begitu juga bukan karena saya baik. Tapi semua ini semata-mata karena Tuhan baik. Semua adalah dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia. Bagi Dialah segala pujian, hormat, dan kemuliaan!

Berikut ini adalah galeri foto kegiatan selama bulan Februari. Check these out!

The Beauty of Nami Island

The Beauty of Nami Island

Enjoy holiday together at Nami Island.

Enjoy holiday together with Indonesian friends at Nami Island.

Have fun together at Lotte World.

Have fun together with Indonesian friends at Lotte World.

KIST Graduation Day (Spring 2013)

KIST Graduation Day (Spring 2013)

KIST Indonesia Graduation Party (Spring 2013)

KIST Indonesia Graduation Party (Spring 2013)

Advertisements

Kasih Tuhan yang Sempurna dan Menyempurnakan

Jangan pernah menilai seseorang dari apa yang terlihat di luarnya, karena yang terlihat di luar hanya sementara dan seringkali berubah… cepat atau lambat engkau akan kecewa…

Saat engkau melihat orang yang selama ini engkau kagumi ternyata mengecewakanmu, pastilah engkau sedih karena apa yang engkau pikirkan selama ini ternyata salah…

Namun, di sisi lain, saat engkau melihat orang yang selama ini engkau kagumi ternyata mengecewakanmu, seharusnya engkau bersyukur karena ternyata tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini…

Hal tersebut berarti bahwa orang yang engkau kagumi selama ini pun sama dengan engkau, bisa mengecewakan, dan bisa juga dikecewakan…

Kalian berdua sama-sama manusia yang sarat dengan kelemahan dan keterbatasan…

Ada waktunya engkau bisa begitu menyenangkan bagi orang lain, namun akan datang pula saatnya engkau begitu menyebalkan bagi orang lain…

Tidak ada seorang pun yang sanggup menyenangkan semua orang sampai akhir hidupnya…

Bahkan, orang yang tercatat dalam sejarah sebagai orang paling bijaksana yang pernah hidup di dunia ini pun ternyata juga punya banyak lawan semasa hidupnya…

Selalu ada pro dan kontra dalam hidup ini…

Tapi itulah indahnya kehidupan…

Setiap individu punya pola pikir dan kebudayaan yang unik, berbeda-beda, dan tidak ada satu pun dari antaranya yang sama persis…

Betapa hebatnya Sang Pencipta yang Maha Jenius yang telah menciptakan manusia dengan beragam kebudayaan dan karakter yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya…

Kepada Dialah seharusnya kita menaruh kekaguman kita…

Hanya Dia yang sempurna, tidak terbatas, tidak pernah terbendung oleh apapun juga…

Dia memberi kepada siapa Dia mau memberi…

Dia menaruh belas kasihan kepada siapa Dia mau menaruh belas kasihan…

Semua itu bukti kedaulatanNya…

Siapa yang bisa menggugat Dia?

Karena itu, tujukanlah pandanganmu padaNya…

Saat orang-orang di sekitarmu begitu menjengkelkan, menyebalkan, dan menyakiti engkau, ingatlah bahwa Penciptamu tidaklah demikian…

BagiNya, engkau sangat berharga, seperti biji mataNya…

Siapa orang di dunia ini yang mau kehilangan penglihatannya?

Demikian juga Penciptamu tidak ingin kehilangan engkau…

BagiNya engkau lebih dari sekedar sahabat, lebih dari sekedar anak, lebih dari sekedar ciptaan kesukaanNya…

BagiNya, engkau sama dengan hidupNya, engkau adalah segala-galanya…

Your life is precious in God's sight.

Your life is precious in God’s sight.

Ketika engkau berharap ada orang yang bisa terus menyenangkan dan mengasihi engkau, atau sebaliknya engkau berharap selalu bisa menyenangkan atau memuaskan orang lain, dapat dipastikan engkau adalah orang yang paling sering mengalami kekecewaan dalam hidup ini…

Berharaplah pada kasih yang tidak terbatas, begitu luas, begitu dalam, dan kebesarannya tidak pernah dapat digambarkan dengan kata-kata manusia, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelaminya dan tidak ada yang dapat mengukurnya, dan… sesungguhnya kasih itu telah dicurahkan bagi semua manusia…

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya…

Engkau lebih dari sekedar sahabat bagi Penciptamu, itulah sebabnya Dia mau mengorbankan hidupNya bagimu sebagai bukti bahwa Dia begitu mengasihi engkau…

Hanya satu bagian kita…

Terimalah kasihNya dan percayalah…

Maka engkau tidak akan pernah lagi mengalami kepahitan hidup karena sikap yang menyakitkan, menyebalkan, dan menjengkelkan dari orang-orang yang selama ini engkau kagumi dan sayangi…

Kasih manusia mungkin berubah, namun kasih Sang Pencipta tak pernah berubah dan tak pernah lekang oleh waktu…

You are worthy of God's (perfect) love.

You are worthy of God’s (perfect) love.

Nobody is perfect. Only God is perfect. God is love and only His love shall make us perfect. 

(This note was first written on November, 26, 2009 and updated on February, 21, 2013)

Ujung-Ujungnya Cinta

Bertepatan di bulan penuh kasih sayang ini, izinkan saya berbagi opini (kalau tidak bisa disebut “uneg-uneg”) mengenai sebuah topik yang selalu nyambung dengan siapapun, kapanpun, dan di manapun, dari generasi ke generasi; apalagi kalau bukan: CINTA.

Banyak orang berpendapat bahwa hidup dan bekerja di dunia ini tujuan akhirnya adalah uang. Kita sering mendengar istilah “UUD” (Ujung-Ujungnya Duit). Saya memiliki pendapat lain. Menurut saya, orang-orang hidup, bekerja, dan berkarya di dunia ini ujung-ujungnya adalah CINTA. Posisi cinta masih lebih ‘ujung’ dibandingkan dengan uang.

Coba renungkan sejenak. Apa jenis pekerjaan Saudara saat ini? Guru, dosen, ilmuwan, pengusaha, karyawan, artis/seniman, atlet/olahragawan, nelayan, petani, atau buruh sekalipun semuanya bekerja demi CINTA. Dan ada 2 kemungkinannya: “memberi cinta” atau “menerima cinta”.

Love is the greatest of all.

Love is the greatest of all.

Beberapa orang berusaha keras dalam pekerjaannya demi memperoleh apresiasi atau pengakuan dari orang-orang di sekitarnya. Dalam hal ini, mereka sedang bekerja untuk “menerima cinta”. Di sisi lain, ada orang-orang yang berjerih lelah bekerja demi menghidupi istri, anak-anak, dan keluarga yang dicintainya. Dalam hal ini, mereka sedang bekerja untuk “memberi cinta”.

Namun, tidak semua kisah cinta selalu berkonotasi positif. Ada juga cinta yang diselewengkan (abused) sehingga energinya menjadi negatif. Dalam beberapa kasus yang ekstrem, ada orang yang bahkan rela mati (seperti dalam kasus bom bunuh diri) demi ‘cinta’nya kepada ideologi yang dianutnya atau bahkan melakukan bunuh diri karena dikhianati oleh orang yang dicintainya. Selain itu, ada juga orang-orang yang tega melakukan korupsi sehingga melukai hati orang-orang yang dipimpinnya. Sebenarnya bukan uang yang membuat dia melakukan hal tersebut, melainkan ‘cinta’nya kepada diri sendiri. Mereka mengutamakan kepentingan dan kenyamanan diri sendiri. Mereka mencintai diri sendiri lebih daripada orang lain. Cinta pada diri sendiri telah membutakan mata dan menulikan telinga batin mereka.

Well, meskipun seseorang berlimpah-limpah hartanya, namun jika tidak ada CINTA, apalah gunanya. Bahkan memiliki banyak uang tidak menjamin kebahagiaan. Money can’t buy me love. Ada orang-orang yang tetap merasa kesepian dan kosong walaupun memiliki banyak uang. Namun, ada orang-orang yang tetap bisa bergembira dan menikmati hidup walaupun dalam kondisi pas-pasan, karena mereka mengisi hari-hari dalam hidupnya dengan “memberi cinta” atau “menerima cinta”.

love vs money

All we need is love, not money

So, apapun kondisi kita sekarang, no matter how much money you havehow high your position is in work, atau how popular you are, tetap putuskan untuk berbahagia dengan cara menjalani kehidupan ini dengan penuh CINTA. 

Cintai sesama, cintai alam sekitar, dan cintai Penciptamu.

Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas. (King Solomon)