Jangan Takut Menghadapi Ujian Kehidupan

Life is a test

Banyak ‘hal’ di dunia ini memerlukan ujian. Berkualitas atau tidaknya suatu ‘hal’ seringkali dibuktikan melalui ujian. Jika suatu ‘hal’ dapat melewati ujian yang diberikan kepadanya, maka ‘hal’ tersebut akan dipercaya sebagai sesuatu yang berkualitas. Semakin banyak ujian yang berhasil dilewati, semakin tinggi kualitas ‘hal’ tersebut.

Demikian pula dalam kehidupan ini, banyak ‘hal’ yang harus diuji jika kita ingin mengetahui kualitasnya. Satu hal yang unik mengenai ujian adalah kenyataan bahwa ujian seringkali: (1) membutuhkan waktu, dan (2) tidak menimbulkan kenyamanan, sehingga banyak orang tidak ingin atau enggan menghadapinya.

Seorang siswa yang ingin meraih prestasi di sekolah harus menghadapi ujian. Selama masa ujian, ia akan menghadapi hal-hal yang tidak nyaman selama kurun waktu tertentu. Ia harus mencurahkan energinya untuk belajar dan tidak bisa bebas melakukan segala sesuatu sekehendak hatinya. Beberapa siswa yang malas belajar, tidak tahan menderita, dan ingin selalu nyaman, secara menyedihkan tidak bisa melewati ujian dan akhirnya harus mengulang di semester atau tahun berikutnya. Meski demikian, ada juga siswa yang tahan menderita dan tekun belajar selama masa-masa ujian. Jika berhasil menyelesaikan ujiannya dengan baik, maka ia akan lulus dan berhak naik ke level berikutnya. Setelah lulus ujian, ia berhak masuk ke level yang lebih tinggi.

Setiap hubungan (antarmanusia) juga memerlukan ujian jika ingin benar-benar berkualitas. Seringkali, konflik menjadi alat ujian bagi sebuah hubungan. Perbedaan pendapat, pemikiran, atau kepentingan kerap memicu terjadinya konflik. Kemudian rasa percaya, hormat, atau respek mulai diuji. Banyak orang akhirnya kehilangan rasa percaya, hormat, atau respek setelah terjadinya konflik. Namun, beberapa orang justru bisa melewati masa-masa konflik ini dengan sukses. Mereka menjadi semakin dewasa (bertanggungjawab) setelah terjadi konflik. Tanpa sadar, mereka telah ‘dibentuk’ oleh sesama yang menjadi ‘lawan’ mereka selama ini sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih kuat. Orang-orang yang lulus dari ujian hubungan ini akhirnya menjadi individu yang lebih matang, berkarakter, dan berada di level kepribadian yang lebih tinggi.

Ujian dapat menjadi batu loncatan atau batu sandungan bagi setiap orang yang menghadapinya. Jika kita merespon ujian dengan sikap yang salah, maka ujian akan menjadi batu sandungan yang menahan kita tetap berada di level yang sama atau bahkan menjatuhkan kita ke level yang lebih rendah. Namun jika kita merespon ujian dengan sikap yang benar, maka ujian akan menjadi batu loncatan yang akan membawa kita ke level yang lebih tinggi.

First written on October, 1, 2012 and updated on May, 25, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

About Philip Wijaya

A lifelong-learner and a story-writer who dreams to be a history-maker.