Indah Pada Waktunya

Indah Pada Waktunya

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu-nya…” (Pengkhotbah 3:11a)

Kalimat yang sederhana, namun sungguh dalam maknanya. Memang benar bahwa semua hal di dunia ini akan menjadi sangat indah jika terjadi di waktu yang tepat. Demikian juga sebaliknya, jika waktunya tidak tepat, maka semua hal tersebut akan menjadi tidak indah lagi.

Kebenaran dalam kalimat tersebut akan mudah dipahami dari ilustrasi tentang “pakaian” yang sering kita pakai dalam menjalani aktivitas setiap hari. Setiap pakaian yang kita kenakan bermacam-macam jenisnya, bergantung pada fungsinya dan jenis kegiatan yang sedang kita lakukan.

  • Jika kita hendak menghadiri sebuah pesta pernikahan seorang sahabat, kita pasti akan mengenakan pakaian terbaik yang kita punya, entahkah jas/blazer formal (untuk pria) atau gaun (untuk wanita).
  • Jika kita hendak berolahraga, entahkah sepakbola, basket, renang, atau fitness, kita pasti akan mengenakan kostum yang sesuai untuk jenis olahraga yang berbeda tersebut.
  • Jika kita hendak tidur, pakaian yang kita kenakan pasti adalah pakaian yang santai dan nyaman untuk tidur, entahkah kaos oblong, kaos singlet, piyama, dsb.

Jas formal/blazer memang indah (dan secara kualitas juga lebih indah daripada piyama). Namun, keindahannya hanya terjadi pada saat yang tepat, yaitu acara formal. Sungguh tidak indah jika di masa-masa Anda berolahraga atau tidur, Anda mengenakan jas formal/blazer tersebut, apalagi lengkap dengan sepatu vantofel-nya!

Begitu juga sebaliknya, piyama mungkin tidak indah atau elok di mata kita (atau bisa dibilang lebih tidak indah daripada gaun pernikahan). Namun, piyama akan menjadi indah jika dipakai pada saat yang tepat, yaitu tidur malam. Meski demikian, sungguh memalukan jika kita mengenakan piyama pada saat pernikahan. Sungguh sangat tidak indah dan tidak sedap dipandang oleh mata bukan?

  • Seks memang indah, dan diciptakan Tuhan dari awal untuk tujuan yang mulia. Namun ingat, keindahannya hanya terjadi pada saat yang tepat, yaitu ketika kedua insan telah dipersatukan, mengikat janji, dan diberkati dalam rumah Tuhan terlebih dahulu. Jika tidak demikian, seks bisa menjadi hal yang memalukan dan tidak indah lagi.
  • Menyanyi memang indah, jika dillakukan pada saat orang-orang sedang memerlukan hiburan. Namun jika kita menyanyi di tengah malam pada saat orang-orang sedang tertidur pulas, nyanyian kita akan terdengar tidak indah lagi.
  • Makan memang indah, jika dilakukan pada saat kita lapar. Namun, jika kita makan pada saat kenyang (apalagi di tengah jam pelajaran pula), maka rasa makanan yang kita makan akan menjadi tidak indah lagi di lidah kita.

Jika hari-hari ini Anda sedang dalam masa penantian, apakah itu menanti janji dari seorang sahabat, janji dari keluarga, atau bahkan janji dari Tuhan… bersabarlah, dan tetap percaya… pegang dan simpan janji tersebut dalam hati… karena semua kan indah pada waktunya.

First written on July, 10, 2012 and updated on April, 30, 2013

One thought on “Indah Pada Waktunya

  1. My brother recommended I might like this blog.
    He used to be entirely right. This submit actually made my day.

    You can not consider simply how much time I had spent for this information! Thank you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

About Philip Wijaya

A lifelong-learner and a story-writer who dreams to be a history-maker.